Selasa, 13 Oktober 2009

Iman, Pengharapan & Kasih

3 hal yg fundamental dalam kekristenan yaitu Iman, Pengharapan & Kasih. Tanpa Iman pada Yesus, manusia tdk mungkin dibenarkan & diselamatkan. Tanpa Pengharapan pada Yesus, manusia tdk mungkin mengalami penggenapan janji2x Allah. Karena Kasih,... Bapa mengaruniakan Yesus utk menjadi Jalan, Kebenaran & Hidup agar manusia dapat sampai pada Bapa. Terpujilah Tuhan Yesus

Jenis-Jenis Iman yaitu:

1. Iman Lampu Pohon Natal.
Sperti halnya pohon Natal yg kadang menyala & kadang redup & kadang menyala, kerohanian orang yg memiliki iman jenis ini biasanya "menyala" jika semua hal berjalan seperti yg ia hararapkan. Sebaliknya, kerohaniannya akan redup jika semua hal tidak bejalan seperti yg ia haraspkan.

2. Iman bermotif tertentu
Iman yg mempercayai Tuhan Yesus hanya demi melihat mujizat & menerima kesembuhan atau karena takjub mendengar pengajaran-Nya ( Markus 1:22 & Matius 15:29-31 )

3. Iman Abraham.
Abraham adalah salah satu tokoh Alkitab yg fenomenal. Iman jenis ini, adalah iman yg mau mendengar & menaati apa yg Allah Firmankan ( Kejadian 12:1-4 ). Bahkan Abraham rela mengorbankan anak tunggalnya bagi Allah ( Kejadian 21:1-12 )
Life is a total submission to God's will.

Setelah Iman, fondasi kedua dalam kekristenan adalah Pengharapan.
Dengan dasar apakah orang percaya berharap? Jawabannya adalah iman. Mengapa demikian?
Karena Iman adalah dasar segala sesuatu yg kita harapkan & bukti dari
segala sesuatu yg kita tidak kita lihat ( Ibrani 1:11 ). Pengharapan yg kita miliki, harus
memiliki dasar yg kokoh. Iman pada Yesus Kristus, Tuhan & Juruselamat manusia,
dasar yg kokoh & tidak akan tergoyahkan.

Jenis-jenis kasih yaitu:
1. Kasih Eros ialah kasih yg didasarkan pada ketertarikan dengan lawan jenis.
Eros merupakan nama lain dari Cupid sang dewa cinta dalam mitologi Yunani.
Cupid disebut-sebut sebagai dewa cinta yang tergambar sebagai seorang anak kecil bersayap yang membawa panah kemana-mana. Dongeng yang beredar ialah jika Cupid memanah 2 orang, maka keduanya akan jatuh cinta. Walaupun dalam kehidupan nyata hal itu tidak benar, tetapi ada cerita yang menarik darimana cupid berasal.

Dalam legenda Yunani, Cupid dikenal sebagai Eros, anak bungsu dewi cinta dan kecantikan, Aphrodites. Bangsa romawi menyebutnya Cupid, anak dewi Venus. Pada suatu hari, Venus menemukan bahwa ada se
orang manusia yang jauh lebih cantik dari dirinya. Didorong oleh rasa iri, Venus memerintahkan anaknya, Cupid, untuk menghukum wanita cantik bernama Psyche itu. Tetapi ceritanya malah berbalik. Cupid yang terpesona pada kecantikan Psyche, justru jatuh cinta dan menikahinya.

Pernikahan itu berjalan dengan indah, kecuali pada satu syarat yang berlaku, yaitu Psyche dilarang melihat ke arah Cupid, karena Psyche adalah seorang manusia sedangkan Cupid adalah seorang dewa. Awalnya Psyche setuju. Tapi kemudian atas pengaruh saudara-saudaranya, Psyche memandang wajah Cupid pada satu kesempatan. Mengetahui hal itu, Cupid menjadi sangat marah dan menghukum Psyche dengan cara meninggalkannya. Semua tiba-tiba hilang, termasuk istana mereka yang indah dengan semua taman bunganya. Yang tersisa hanyalah Psyche, menangis sendirian. Dalam kepanikan, Psyche mulai mengembara kesana kemari mencari suaminya sampai ia tiba di tempat pemujaan dewi Venus, memohon agar bisa berjumpa lagi dengan Cupid.

Masih dengan niat yang sama yaitu untuk membinasakan Psyche, Venus pura-pura mau membantu dengan memberinya banyak tugas yang makin lama makin sulit. Dalam salah satu tugasnya yaitu pergi ke dunia orang mati, Psyche gagal dan akhirnya mati. Dalam keadaan terbaring tak bernyawa, Cupid menemui istrinya itu serta mengampuninya karena rasa cinta Psyche yang dalam telah terbukti. Cupid mengembalikan hidupnya kembali dan tak disangka Venus menjadi luluh dengan kejadian itu dan merestui hubungan mereka. Psyche pun akhirnya diangkat dari wujud manusia menjadi dewi.

Dan seperti kisah cinta legenda pada biasanya, mereka hidup bersama, bahagia, sampai selama-lamanya.

2. Kasih Fileo
ARTI KASIH
Kasih atau cinta secara sederhana dapat diartikan sebagai perasaan sayang terhadap orang lain. Itu juga bisa berarti melepaskan kesenangan kita demi kebahagiaan, kepuasan, ketentraman dan perkembangan orang lain. Selain itu kasih juga mempunyai pengertiannya sendiri menurut pandangan kekristenan. Dalam ajaran kekristenan kata kasih setidaknya mempunyai empat pengertian sesuai dengan pemakaian katanya (dalam bahasa Yunani).
Arti kasih yang pertama terambil dari kata agape. Kata ini bisa dikatakan sebagai kasih yang tidak menuntut balasan atau tanpa pamrih. Inilah kasih Allah yang mengalir dari atas kayu salib untuk mengasihi dan mengampuni manusia (1 Yoh. 4:16). Kasih seperti ini tidak pernah pudar, kering dan habis.
Yang kedua kata kasih yang terambil dari kata stroge berarti kasih yang diberikan kepada orang yang termasuk anggota keluarga kita. Contohnya kasih antara anak dan orang tua. Sedangkan kata kasih yang terambil dari kata fileo berarti kasih yang diberikan diantara sesama sahabat. Kasih ini mengandung kehangatan dan kesetiakawanan. Dan yang terakhir, yaitu kasih eros. Kasih ini berarti kasih yang sifatnya romantis dan berdasarkan emosional.
Tiga jenis kasih terakhir dimiliki oleh manusia pada umumnya. Kasih stroge dan kasih fileo adalah sesuatu yang baik dan perlu dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Kasih eros memang baik juga adanya, hanya dalam praktekkanya kasih ini seringkali melenceng dan menyeret orang dalam dosa. Sementara itu kasih agape tidak dimiliki oleh manusia secara alami. Namun ada kemungkinan kasih Allah ini dimiliki juga oleh manusia, yaitu kita yang telah mengalami kasih agape itu sendiri.

3. Kasih Agape

Agape adalah kasih yang tulus dan murni. Kasih agape mencintai bukan berdasarkan keuntungan apa yang kita peroleh dari pasangan, melainkan keuntungan apa yang dapat kita berikan buat pasangan. Fokus dari kasih agape adalah orang lain dan selalu orang lain.
DR. Edwin Louis Cole pendiri Christian Men’s Network (Kegerakkan Pria Sejati) memberikan perbedaan definisi kasih agape dan nafsu yang tepat sekali. Menurut beliau, kasih agape adalah: “Segala sesuatu yang kita lakukan untuk kebahagiaan orang lain, sekalipun dengan mengorbankan diri sendiri, karena kasih agape selalu memberi”, sedangkan nafsu adalah: “Segala sesuatu yang kita lakukan untuk kebahagiaan diri sendiri sekalipun dengan mengorbankan orang lain, karena nafsu selalu mengambil”

Bayangkan jika di dalam pernikahan kita yang ada hanya nafsu. Suami dan istri saling memperdaya untuk mendapatkan keuntungan bagi dirinya sendiri. Tidak ada ketulusan sama sekali. Segala sesuatu yang dilakukan di dalam pernikahan bukan buat kebahagiaan pasangan melainkan untuk mendapatkan keuntungan pribadi, sangat menyeramkan bukan? Kehidupan pernikahan kita selalu diwarnai saling curiga. Pastinya pernikahan seperti ini tidak akan langgeng.


AGAPE SESUATU YANG TIDAK WAJAR
Kasih agape adalah sesuatu yang bertentangan dengan natur alami kita sebagai manusia berdosa yang dikendalikan oleh semangat kedagingan. Kita selalu ingin menang sendiri ketika pertengkaran antara suami istri terjadi. Inginnya selalu membalas dendam atas perilaku pasangan kita. Tidak mau mengampuni, tidak dapat memaklumi dan menerima apa adanya. Semua itu terjadi karena memang begitulah natur kita. Oleh karenanya kasih agape adalah sesuatu yang tidak wajar, sesuatu yang bertentangan dengan daging kita. Galatia 5:16-26.
Kasih agape adalah kasih yang mengalir dari dalam diri Allah Bapa sendiri. Tanpa membangun hubungan yang intim dengan Bapa maka mustahil seseorang dapat memiliki kasih jenis ini. Oleh karenanya kehadiran Tuhan di dalam suatu pernikahan adalah hal yang mutlak. Mezbah yang dibangun bagi Tuhan adalah sesuatu yang seharusnya ada di dalam setiap pernikahan Kristen.


AGAPE SELALU “OTHER CENTRIS”
Kasih agape selalu berpikir apa yang terbaik buat orang lain. Karena “roh” dari kasih ini selalu “other centris.” Kasih ini selalu bertanya apa yang dapat Saya lakukan untuk menyenangkan pasangan? Apa yang dapat saya perbuat untuk membahagiakan pasangan? Berangkat dari pertanyaan ini maka masing-masing suami istri akan memperlakukan pasangannya bak ratu atau raja.
Segala sesuatu akan diperbuat untuk menyenangkan pasangannya. Apakah itu membawakan seikat bunga, memberikan hadiah, candle light dinner, memasakkan makanan kesukaan suami, pulang lebih cepat dari kantor sekedar hanya untuk memberi kejutan buat istri, menonton film berdua, selalu mengampuni manakala pasangan berbuat salah, dan masih banyak lagi hal-hal baik yang dapat dilakukan. Semua itu tidak dilakukan dengan keterpaksaan, melainkan dengan sukarela dan sukacita.
Ingatlah, ketika di dalam pernikahan, kita selalu menuntut dan menuntut, mungkin kita sudah beralih dari kasih agape, menjadi nafsu, yang ego centris. Yang selalu menilai segala sesuatu dari kepentingan diri sendiri.
Ingatlah, jika para suami ingin diperlakukan seperti raja di dalam pernikahannya, maka para suami harus memperlakukan istrinya seperti ratu. Begitupula dengan para istri, jika ingin diperlakukan bak ratu oleh suaminya, maka perlakukanlah suamimu bak seorang raja.


UNCONDITIONAL LOVE

“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.”
Roma 5:8.


Ayat di atas adalah demontrasi dari kasih agape Bapa Sorgawi yang tanpa syarat. Kasih yang menjamin pengampunan, penerimaan, dan pemulihan, bahkan ketika seseorang sebenarnya menurut ukuran manusia tidak pantas untuk mendapatkannya.
Seringkali cinta di antara suami istri hanya bertahan di dalam keadaan baik-baik saja. Namun, ketika keadaan memburuk, maka cintapun memburuk, bahkan hilang. Kejadian seperti ini terjadi di dalam kehidupan Ayub. Ketika sedang jatuh miskin dan anak-anaknya meninggal dunia, istri Ayub mendatangi suaminya dan berkata: “Masih bertekunkah Engkau di dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!” Ayub 2:9. Cinta istri Ayub hilang bersama hilangnya harta, kesehatan dan anak-anak Ayub.
Tapi yang luar biasa adalah, ketika Tuhan memulihkan keadaan Ayub dan mengembalikan kekayaannya dua kali lipat (Ayub 42), serta memberikan anak-anak yang luar biasa kepada Ayub, alkitab tidak mencatat bahwa Ayub mengambil istri lagi. Kemungkinan terbesar adalah Ayub mengampuni, menerima dan memulihkan hubungannya dengan istrinya yang telah meninggalkannya.
Kasih agape memampukan seseorang untuk mengampuni, menerima dan memulihkan bahkan pasangan yang telah menyakiti hati kita. Seperti Bapa yang mengampuni kita manusia berdosa, demikianlah hendaknya kita terhadap pasangan kita.


MESKIPUN ADALAH KATA KUNCI DARI AGAPE
Di dalam pernikahan, jika kita memakai kata “jikalau” maka kita selalu akan sakit dan menyakiti pasangan kita. Aku mencintaimu jikalau kamu memiliki sesuatu yang aku butuhkan, Aku akan setia jikalau kamu juga setia, jika tidak maka ceritanya akan berbeda. Jikalau adalah kata kunci dari nafsu. Kita melakukan kebaikkan berdasarkan syarat dan ketentuan tertentu. Jika pasangan kita melanggar syarat dan ketentuan tersebut maka kita akan membalasnya. Itu adalah nafsu dan nafsu selalu mengambil keuntungan dan menghancurkan.
Kata kunci dari kasih agape adalah “meskipun”. Kata “meskipun” menjamin cinta tetap ada dan senantiasa diberikan. Aku tetap mencintaimu meskipun kamu kamu tidak lagi sehat seperti dahulu. Aku akan tetap setia meskipun kamu berubah setia. “Meskipun” menjamin kepastian di tengah ketidak pastian. Kisah anak yang hilang di dalam Lukas 15:11-32, adalah contoh terbaik dari “meskipun”. Sang Bapa di dalam kisah tersebut mempraktekkan kasih “meskipun”. Meskipun anak bungsunya sudah berdosa dan melukai hati bapaknya, namun sang bapak tetap mengampuni, menerima dan memulihkan. Jika semangat pengampunan senantiasa ada di dalam pernikahan kita maka pernikahan kita pasti akan langgeng.